QultumMedia Online

Anak

Tips Cerdas Agar Si Buah Hati Rajin Membaca

Setiap orang tua menginginkan anak yang pandai dan cerdas. Namun anak-anak zaman sekarang lebih senang bermain dan akrab dengan dunia gadget yang serba canggih. Kelas 1 SD saja sudah mahir menggunakan handphone, smartphone bahkan browsing situs-situs yang mencurigakan jika tidak terawasi dengan bijaksana oleh orangtua yang juga sibuk dengan rutinitas pekerjaan maupun kesibukan sehari-hari yang beraneka ragam.

Padahal ilmu yang didapatkan anak dapat diperoleh dengan membaca dan belajar. Sekalipun gadget juga menawarkan ilmu dengan beberapa situs pengetahuan, namun proteksi terhadap situs dewasa membutuhkan pengawasan yang ekstra ketat. Lalu bagaimana caranya agar anak tergugah hatinya untu membaca. Sementara si kecil tidak boleh lengah karena dalam tahap yang bagus untuk menyerap pengetahuan. Berikut ini adalah tips sederhana agar buah hati menjadi rajin untuk membaca.

Berikan contoh
Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jika Anda ingin si kecil rajin membaca, mulailah berikan contoh dengan menerapkan hal tersebut pada diri Anda terlebih dahulu. Anak-anak banyak belajar dan meniru tingkah laku orangtuanya, baik dikarenakan warisan turun temurun atau gen maupun karena pengkondisian proses belajar. Ajarkan atau contohkan hal yang baik seperti membaca agar sang anak (bahkan secara tidak sadar) dapat menirunya.

Menjadi sahabat yang baik
Seringkali anak tergoda bermain karena mendapatkan teman sepermainan yang membuatnya nyaman. Cobalah untuk mengambil hatinya dengan menjadi teman kecilnya yang baik. Setelah mendapatkan hatinya misalnya dengan sedikit tambahan uang jajan atau pujian, ajak dia membaca atau jadilah teman membaca yang baik. Lakukan diskusi kecil yang menyenangkan dengan pola bahasa yang mudah dimengerti olehnya. Jadi anak akan punya sahabat membaca. Jika ia mendapat sahabat membaca yang baik, bisa jadi ia akan melupakan teman bermainnya.

Buatlah sekolah mini yang santai
Setiap sore saat luang, cobalah mengajak si kecil bermain “sekolah-sekolahan”. Disana coba tanyakan pertanyaan sepele padanya. Setelah itu coba tanyakan hal yang agak sulit. Contohnya, “adik tahu nggak kenapa bulan bentuknya berubah-ubah?” jika dia kesulitan menjawab, Anda bisa mengatakan, “adik bisa tanya jawabannya di buku ini lho? Selain itu di buku ini juga banyak hal yang menarik lho dik. Misalnya kenapa kupu-kupu suka hinggap pada bunga.”

Sekolah ini juga bisa Anda terapkan jika ada teman bermain si kecil supaya suasana lebih ramai dan ceria, sekaligus “menularkan” hobi baca pada temannya dan agar si keciltidak merasa sendirian.

Berikan motivasi
Semakin dini Anda mengajari anak untuk membaca, maka semakin kuat pola keinginannya untuk tetap mempertahankan hobi bacanya serta semakin bagus karena otak si kecil bisa langsung terserap karena belum terisi pikiran lain misalnya kedekatan dengan lawan jenis. Anda bisa bertanya cita-cita si kecil dan memberikan motivasi agar meraihnya melalui membaca.

Berikan reward
Pemberian reward berupa pujian atau suatu benda juga baik selama Anda pintar mengelolanya. Sifat hadiah tidak berlebihan dan pastikan tidak secara terus menerus untuk mennghindari efek ketagihan dan ketergantungan anak.

Anak yang cerdas memiliki indikasi orang tua yang cerdas pula. Cerdas hal ini bukan berarti secara genetis saja melainkan kemampuan orangtua untuk membuat anaknya nyaman dan termotivasi untuk belajar dan membaca. Walaupun buku merupakan gudang ilmu, ada baiknya Anda tetap mengawasi buku maupun berbagai situs atau hal-hal yang ia baca. Anak harus cerdas baik otaknya maupun perilakunya. Cerdas dengan perangai tidak baik sama saja menjerumuskan anak Anda ke dalam “kemunduran”.(fdh)
Diambil dari http://www.landscappist.com

Tips Untuk Mencerdaskan Otak Buah Hati

Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Salah satu faktor untuk mewujudkannya adalah pengaruh lingkungan atau pola asuh orang tua.
Sering muncul pertanyaan, apakah mungkin untuk mengasah kecerdasan anak pada tahap awal agar kelak saat ia dewasa menjadi seorang yang jenius? Kabar baiknya adalah Ya! Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan otak bayi terletak pada orang tuanya.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda mulai untuk mengasah kecerdasan otak si buah hati, terutama pada dua tahun pertama kehidupannya.

Mulai sejak dini
Mulailah sejak dini bahkan sebelum ia dilahirkan. Caranya dengan memastikan calon ibu memiliki kesehatan yang baik dan cukup gizi. Hindari zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan, rokok, dan merkuri yang diketahui berbahaya bagi perkembangan otak bayi Anda. Penuhi kebutuhan gizi khusus untuk perkembangan otak bayi, seperti asam folat dan minyak ikan. Banyak obat yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Jadi konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mengambil obat-obatan tertentu.

Pemberian ASI
ASI mengandung nutrisi tak terhitung yang penting untuk pertumbuhan bayi. Salah satu unsur terpenting itu adalah asam docosahexaenoic (DHA), yang merupakan asam lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak. Banyak perusahaan pemasaran makanan telah mencoba untuk meniru bahan ini di laboratorium dan menambahkannya ke makanan bayi. Tapi belum ada yang bisa menyamai DHA alami seperti yang terdapat dalam ASI.

Membacakan cerita
Meski bayi mungkin belum memahami isi cerita yang Anda bacakan, namun membaca terus-menerus akan membantu bayi untuk mendengar, mengenali kata-kata dan artinya. Proses ini penting dalam membantu cara bicara dan membangun kosa kata bayi.

Berikan mainan cerdas
Mainan memainkan peran penting dalam perkembangan otak bayi Anda. Kuncinya, memilih mainan dan kegiatan yang tepat harus sesuai dengan tahap perkembangan biologi anak. Pilih mainan sederhana yang tidak membuat bayi frustasi. Belikan mainan buka tutup untuk menggasah imajinasi serta membantu membangun koordinasi antara mata dan tangan.

Bermain tanda
Ajaklah bayi Anda mempelajari tanda-tanda ketika menginjak usia 4 (empat) bulan. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan bahasa isyarat mengarah ke peningkatan dalam bahasa lisan serta IQ yang lebih tinggi.

Kenalkan bahasa asing
Pada usia yang tepat, perkenalkan anak Anda untuk mendengar suara dan kosakata dari bahasa asing. Memutar DVD bahasa asing, bisa meningkatkan kosakata anak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan pengenalan bahasa asing sebaiknya dimulai setelah anak lancar berbahasa ibu.

Kontak fisik
Belaian dan sentuhan Anda kepada bayi sangat penting untuk pertumbuhan emosionalnya. Membelai rambut, tungkai dan tubuh juga membantu membuat koneksi neurologis yang penting untuk perkembangan otak. Ini juga akan membantu memperkuat ikatan Anda dengan bayi Anda.

diambil dari: www.forumkami.net

Tips Membeli Baju Anak Agar Disukai Oleh Buah Hati

1. Pastikan anak suka & mau pakai. Sebenarnya ini aturan mendasar dalam berbelanja baju anak. Kita sendiri juga tak mau mengenakan baju yang  tak kita sukai, bukan? Design yang menarik dan sentuhan kecil pada baju anak yang membuatnya tertarik dapat menjadi kesukaan dan kebanggaan sendiri bagi sang buah hati.

2. Kenyamanan baju. Sesuaikan bahan yang dipakai dengan keadaan musim yang berlangsung. Katun lembut adalah yang paling disukai untuk semua musim, terutama musim panas. Pastikan anak Anda mengenakan pakaian bulu domba atau wol di musim dingin.


3. Harga Baju Anak terjangkau. Tips ketiga yang harus diperhatikan, cari toko baju anak anak atau tempat menjual baju dengan harga terjangkau. Jangan sampai sudah diajak ke mal, anak ngotot minta sementara dana tak cukup. Ingat, konteks kita adalah bagaimana bisa hemat berbelanja  baju anak.  Biarkan anak memilih baju anak sesuai seleranya. Kalau si kecil bingung, beri alternatif pilihan. Ini juga berlaku jika pilihan anak tak sesuai dengan anda.
 

4. Kualitas baju. Memilih baju dengan harga terjangkau adalah sepatutnya, namun jangan sampai memilih baju murah namun kualitas tidak bagus. Akan lebih baik memilih baju yang sedikit lebih mahal namun kualitas lebih baik dan dapat dipakai lebih lama (awet).


5. Satu ukuran lebih besar. Tips ini tetap diterapkan tetapi selama baju anak itu tidak kedodoran, membeli satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini, paling tidak bisa membuat baju dipakai sedikit lebih lama. Ingat, lho, satu ukuran saja selisihnya, jangan banyak-banyak.
Diambil dari: www.tiptoecorner.com